DERMAGA POLOS
Seperti biasa, panas membakar air-air laut dikala matahari menamparkan sinarnya
Seperti biasa, harum asap kapal besar dan bau sampah bercinta memecah sejuknya pagi
Seperti biasa, kapal -kapal bersandar menghiasi indah dan sibukmu
besar memang, tapi hanya dapat bersandar disisimu
kapal-kapal berandar pun gagah, gagahnya angkuh tak mau menoleh kebawah
boleh aku tertawa? karena aku sangat ini tertawa melihat itu semua hahaha
harusnya kau jewer anak-anakmu yang gagah nan angkuh itu wahai dermaga
agar mereka tau, kalian itu disini hanya keluarga
agar mereka tau, mereka itu cuma ikan-ikan kecil tanpamu wahai dermaga
Sebenarnya, apa kau tau seberapa gagahnya anak-anakmu?
seberapa megah anak-anakmu berdiri diatas hidungmu sambil menari bangga bahwa mereka bisa berdiri di ujung hidungmu?
bahkan tikus-tikus disini pun bertingkah layaknya serigala buas yang menakutkan
(belum selesai)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar