I.
PENDAHULUAN
Analisis rasio adalah suatu metode
perhitungan dan interpretasi rasio keuangan untuk menilai kinerja dan status
suatu Bank atau Perusahaan. Oleh karena itu penganalisa harus mampu
menyesuaikan faktor-faktor yang ada pada periode atau waktu ini dengan
faktor-faktor di masa mendatang yang mungkin akan mempengaruhi posisi keuangan
atau hasil operasi Bank atau Perusahaan yang bersangkutan.
Maka agar laporan bank dapat dibaca dan
menjadi berarti, maka perlu dilakukan analisis terlebih dahulu. dan Analisis
yang digunakan adalah dengan menggunakan rasio-rasio keuangan sesuai dengan
standard yang telah di tetapkan.
II.
LANDASAN TEORI
Menurut Bambang
Riyanto (2001:329) mengenai definisi rasio keuangan yaitu:
“Rasio keuangan
adalah ukuran yang digunakan dalam interpretasi dan analisis laporan finansial
suatu perusahaan. Pengertian rasio itu sebenarnya hanyalah alat yang dinyatakan
dalam arithmatical terms yang dapat digunakan untuk
menjelaskan hubungan antara dua macam data finansial.”
Menurut S.
Munawir (2007:65) analisis rasio keuangan adalah:
“Suatu metode
analisis untuk mengetahui hubungan dari pos-pos tertentu dalam neraca atau
laporan laba rugi secara individu atau kombinasi dari kedua laporan tersebut.”
Menurut
Agus Sartono (2001:113) yang dimaksud dengan analisa rasio keuangan adalah:
“Dasar
untuk menilai dan mengarahkan prestasi operasi perusahaan.Di samping itu,
analisa rasio keuangan juga dapat dipergunakan sebagai kerangka kerja
perencanaan dan pengendalian keuangan.”
III. PEMBAHASAN
Rasio keuangan
adalah ukuran yang digunakan dalam interprestasi dana analysis laporan
finansial suatu perusahaan.
Jenis rasio keuangan bank :
1)
Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas
mengukur kemampuan likuiditas jangka pendek perusahaan dengan melihat aktiva
lancar perusahaan relativ terhadap hutang lancarnya (hutang dalam hal ini
merupakan kewajiban bank).
Suatu bank
dikatakan liquid apabila bank bersangkutan dapat memenuhi kewajiban
utang-utangnya, dapat membayar kembali semua depositonya, serta dapat memenuhi
permintaan kredit yang diajukan tanpa terjadi penangguhan. Oleh karena itu,
bank dapat dikatakan liquid apabila:
a)
Bank tersebut memiliki cash assets sebesar
kebutuhan yang digunakan untuk memenuhi likuiditasnya,
b)
Bank tersebut memiliki cash assets yang lebih
kecil dari kebutuhan likuiditasnya, tetapi mempunyai aset atau aktiva lainnya
(misal surat
berharga) yang dapat dicairkan sewaktu-waktu tanpa mengalami penurunan nilai
pasarnya,
c)
Bank tersebut mempunyai kemampuan untuk
menciptakan cash asset baru melalui berbagai bentuk hutang.
Rasio yang rendah menunjukkan resiko likuiditas yang
tinggi, sedangkan rasio yang tinggi menunjukkan adanya kelebihan aktiva lancar,
yang akan mempunyai pengaruh yang tidak baik terhadap profitabilitas
perusahaan.
Dalam rasio
likuiditas, rasio yang dapat diukur antara lain: quick ratio, banking ratio, dan loans to assets ratio.
1) Quick
Ratio
Rasio ini untuk
mengetahui kemampuan dalam membiayai kembali kewajibannya kepada para nasabah
yang menyimpan dananya dengan aktiva lancar yang lebih liquid yang dimilikinya.
2) Banking
Ratio/Loan to Deposit Ratio (LDR)
Rasioini untuk
mengetahui kemampuan bank dalam membayar kembali kewajiban kepada para nasabah
yang telah menanamkan dana dengan kredit-kredit yang telah diberikan kepada para
debiturnya. Semakin tinggi rasionya semakin tinggi tingkat likuiditasnya.
3) Loan to
Assets Ratio
Rasio ini untuk
mengukur kemampuan bank dalam memenuhi permintaan para debitur dengan aset bank
yang tersedia. Semakin tinggi rasionya semakin rendah tingkat likuiditasnya.
2) Rasio Solvabilitas (Capital)
Rasio permodalan
sering disebut juga rasio-rasio solvabilitas atau capital adequacy ratio.
Analisis solvabilitas digunakan untuk:
1) Ukuran kemampuan bank tersebut untuk
menyerap kerugian-kerugian yang tidak dapat dihindarkan,
2) Sumber dana yang diperlukan untuk
membiayai kegiatan usahanya sampai batas tertentu, karena sumber-sumber dana
dapat juga berasal dari hutang penjualan aset yang tidak dipakai dan lain-lain,
3) Alat pengukuran besar kecilnya kekayaan Bank
tersebut yang dimiliki oleh para pemegang sahamnya, dan
4) Dengan modal yang mencukupi, memungkinkan
manajemen bank yang bersangkutan untuk bekerja dengan efisiensi yang tinggi,
seperti yang dikehendaki oleh para pemilik modal pada bank tersebut. Pada rasio
permodalan, dapat diukur antara lain: capital adequacy ratio.
1) Capital Adequacy Ratio (CAR)
Rasio ini
digunakan untuk mengukur kemampuan permodalan yang ada untuk menutup
kemungkinan kerugian di dalam kegiatan perkreditan dan perdagangan surat-surat berharga.
2) Capital to Debt Ratio
Rasio ini
digunakan untuk mengukur seberapa jauh dana disediakan oleh kreditor.
3)
Rasio
Rentabilitas
Rasio
rentabilitas selain bertujuan untuk mengetahui kemampuan bank dalam
menghasilkan laba selama periode tertentu, juga bertujuan untuk mengukur
tingkat efektifitas manajemen dalam menjalankan operasional perusahaannya. Pada
rasio rentabilitas (keuntungan), rasio yang dapat diukur antara lain: return on assets, biaya
operasi/pendapatan operasi, gross profit
margin, dan net profit margin.
1) Return
On Assets (ROA)
Rasio ini
mengukur kemampuan bank di dalam memperoleh laba dan efisiensi secara
keseluruhan.
2) Biaya
Operasional/Pendapatan Operasional (BO/PO)
Rasio ini
digunakan untuk mengukur perbandingan biaya operasi/biaya intermediasi terhadap
pendapatan operasi yang diperoleh bank.Semakin kecil angka rasio BO/PO, maka
semakin baik kondisi bank tersebut. Rasio ini digunakan untuk mengukur
perbandingan biaya operasi/biaya intermediasi terhadap pendapatan operasi yang
diperoleh bank.Semakin kecil angka rasio BO/PO, maka semakin baik kondisi bank
tersebut.
3) Gross
Profit Margin
Rasioini untuk
mangetahui kemampuan bank dalam menghasilkan laba dari operasi usahanya yang
murni. Semakin tinggi rasionya, semakin baik hasilnya.
4) Net Profit
Margin
Rasio ini untuk
mengukur kemampuan bank dalam menghasilkan laba bersih sebelum pajak (net
income) ditinjau dari sudut pendapatan operasinya.
5) Rasio
Resiko Usaha Bank
Setiap jenis usaha selalu dihadapkan pada
berbagai resiko, begitu pula di dalam bisnis perbankan, banyak pula resiko yang
dihadapinya.Resiko-resiko ini dapat pula diukur secara kuantitatif antara lain
dengan: deposit risk ratio, dan interest risk rate ratio.
1.
Deposit Risk
Ratio
Rasio ini
memperlihatkan resiko yang menunjukkan kemungkinan kegagalan bank dalam
memenuhi kewajiban kepada para nasabah yang menyimpan dananya diukur dengan
jumlah permodalan yang dimiliki oleh bank yang bersangkutan.
2.
Interest Risk
Rate Ratio
Rasio ini
memperlihatkan resiko yang mengukur kemungkinan bunga (interest) yang diterima
oleh bank lebih kecil dibandingkan dengan bunga yang dibayarkan oleh bank.
6) Rasio Efisiensi Usaha
Untuk mengukur kinerja manajemen suatu bank
apakah telah menggunakan semua faktor produksinya dengan tepat guna dan
hasilguna, maka melalui rasio-rasio keuangan disini juga dapat diukur secara
kuantitatif tingkat efisiensi yang telah dicapai oleh manajemen bank yang
bersangkutan. Rasio-rasio yang digunakan antara lain: leverage multiplier ratio, assets utilazation ratio, dan operating ratio.
1) Leverage
Multiplier Ratio
Rasio ini untuk
mengukur kemampuan manajemen suatu bank di dalam mengelola aktiva yang
dikuasainya, mengingat atas pengunan aktiva tetap tersebut bank harus
mengeluarkan sejumlah biaya yang tetap. Semakin banyak/cepat bank mengelola
aktivanya semakin efisien.
2) Assets Utilazation Ratio
Rasio ini untuk mengukur
kemampuan manajemen suatu bank didalam memanfaatkan aktiva yang dikuasainya untuk
memperoleh total income.
3) Operating Ratio.
Rasio ini untuk mengukur
rata-rata biaya operasional dan biaya non operasional yang dikeluarkan bank
untuk memperoleh pendapatan.
Kesimpulan
Rasio keuangan
sangat berguna baik bagi pihak dalam dan luar perusahaan untuk mengetahui dan
menilai keadaan keuangan perusahaan di masa lalu, saat ini dan kemungkinannya
di masa yang akan datang. Para pemegang saham
dan calon pemegang saham menaruh perhatian utama pada tingkat keuntungan, baik
yang sekarang maupun kemungkinan di masa yang akan datang.
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2012/05/rasio-keuangan-bank/
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2012/05/rasio-keuangan-bank/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar